RJI Korda Jawa Barat Dorong Jurnal Terindeks DOAJ

Berbagi, Giatkan Publikasi

RJI Korda Jawa Barat Dorong Jurnal Terindeks DOAJ

Cirebon, Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Koordinator Jawa Barat menginisiasi workshop DOAJ (Directory of Open Access Journal) menuju jurnal terakreditasi bagi pengelola jurnal di Indonesia. Sejumlah 72 peserta dari berbagai daerah antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) pada Kamis (12/09/2019).

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari Roadshow RJI untuk mendorong agar jurnal-jurnal di Indonesia setahap demi setahap naik rangking dalam indeksasi jurnal di ranah Digital. DOAJ sendiri merupakan pengindeksan tahap menengah setelah jurnal berbasis OJS terindeks google scholar.

Sejak RJI bersama-sama pemerintah terus menerus melakukan pendampingan jurnal akreditasi, indeksasi jurnal terakreditasi DOAJ terus bertambah. Jika pada saat roadshow pertama RJI yang terindeks hanya 1431 jurnal (26/03/2019), dari 6000-an jurnal kini mengalami peningkatan menjadi 1528 jurnal yang terindeks DOAJ (08/08/2019) dan 7958 jurnal yang terdaftar di Garuda (garuda.ristekdikti.go.id).

Ketua RJI Korda Jabar, Dr. Uwes Fatoni, M.Ag berharap peserta dapat mengikuti kegiatan dengan seksama, karena banyak hal-hal terkait kebijakyaan dan teknis yang perlu dikuasai oleh peserta agar bisa diterapkannya di jurnaln masing-masing.

“Materi Pelatihan jurnal ini sebenarnya mudah dikuasai. Namun, karena banyak pengelola jurnal yang submit DOAJ tanpa memperhatikan kebijakannya, akhirnya banyak yang ditolak. Untuk itu perlu pemahaman bukan hanya hal teknis tapi juga kebijakannya agar jurnalnya lolos terindeks DOAJ,”ujar Uwes yang juga Pengelola Jurnal Ilmu Dakwah UIN SGD Bandung tersebut.

Dr. Badawi, M.Si, Ketua LP2M Universitas Muhammdadiyah Cirebon dalam kata sambutannya menyampaikan harapan bahwa diselenggarakannya workshop DOAJ ini bisa menambah jurnal-jurnal yang terindeks DOAJ.

“Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mengetahui tahapan-tahapan bagaimana agar jurnal terindeks, ya paling minimal DOAJ. Diharapkan nantinya mereka lebih mandiri, karena ketika akan naik tingkat lagi akan menghadapi tantangan yang lebih besar, misalnya terindeks SCOPUS atau webscience,”ujar Badawi.

Terkait dengan indeksasi oleh DOAJ, Busro, Associate Editor DOAJ untuk Indonesia, mengatakan bahwa Indonesia menempati posisi kedua jumlah jurnal terindeks DOAJ terbanyak di dunia.

“Potensi jurnal-jurnal di Indonesia untuk terindeks DOAJ sangat besar karena jurnal di Indonesia telah menggunakan open acces. Pada kegiatan yang diselenggarakan RJI Orda Jabar ini menjelaskan hal-hal mendasar dari pengaturan website dan alasan penolakan dari DOAJ, dengan kesalahan tersebut kita bisa belajar lebih banyak lagi mengenai apa yang  harus dan tidak boleh dilakukan agar OJS terindeks DOAJ,” papar Busro.

Menurut Sekretaris RJI Pusat ini, bila jurnal peserta yang rata-rata sudah OJS terindeks DOAJ diharapkan banyak yang membaca artikelnya karena melalui DOAJ artikel tersebut tersebar ke seluruh dunia. Di samping itu, menurut pria kelahiran Cirebon tersebut, terindeksnya jurnal oleh DOAJ dapat menjadi kredit point untuk proses pengajuan akreditasi jurnal nasional.

Salah satu peserta yang juga pengelola Jurnal Arteks Universitas Katolik Kupang, Rindi Nando Langkek, sangat mengapresiasi kegiatan workshop ini, karena sebelumnya jurnal yang dikelolanya telah ditolak oleh DOAJ 2 kali.

“Ini kegiatan sangat bermanfaat untuk kemajuan jurnal kami, karena kami sudah submit dua kali ke DOAJ tapi ditolak. Jadi ini sangat penting  bagi Kami pengelola jurnal karena DOAJ itu harapan untuk bisa terindeks EBSCO. Jadi sebuah reputasi indeks sedang menuju reputasi indeks tinggi,” cetusnya.

Terkait dengan kepesertaan pengelola jurnal dalam workshop ini, 50 persen dari semua peserta, jurnalnya pernah ditolak oleh DOAJ, seperti dialami oleh Jurnal Arteks dari Universitas Katolik Widya Mandiri Kupang. Dengan keikutsertaan dalam workshop diharapkan pengelola jurnal mengetahui trik dan dapat memperbaiki kesalahannya sehinga ke depan lebih cepat dapat terindeks DOAJ sebagai bagian tahapan untuk naik peringkat ke jejang selanjutnya. Selain mendapatkan materi praktis tentang indeksasi DOAJ, peserta juga mendapatkan materi tentang pendaftaran DOI dan manajemen publikasi OJS.***[]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *